Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Salah satu kolega saya, Pak Dedi Sofyan, telah berpulang beberapa hari yang lalu akibat kanker paru-paru. Yang membuat kami begitu terkejut, keluarga beliau baru mengetahui bahwa beliau mengidap kanker paru-paru stadium 4 hanya sekitar 15 menit sebelum kepergian beliau. Selama setahun terakhir, beliau memang sering bolak-balik ke Jakarta untuk memeriksakan kesehatannya. Namun, hingga saat itu belum ada kepastian mengenai penyakit yang beliau derita. Sangat mengejutkan ketika akhirnya diketahui bahwa beliau mengidap kanker paru-paru. Setahu saya, beliau bukanlah seorang perokok. Namun, kita memang tidak pernah benar-benar tahu penyebab pasti munculnya kanker pada seseorang, karena hingga kini belum ada dokter yang dapat memastikan penyebab pastinya. Yang bisa kita lakukan hanyalah menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Satu hal yang ingin saya tekankan melalui tulisan ini adalah bahwa perokok pasif justru memiliki risiko lebih besar terkena dampak buruk dibandingkan perokok aktif. Untuk para perokok, sadarkah kalian bahwa asap rokok yang kalian hembuskan bisa menjadi salah satu penyebab seseorang terkena penyakit mematikan? Pernahkah terbesit di hati kalian bahwa setiap asap yang kalian keluarkan bisa saja perlahan meracuni orang lain—bahkan orang yang kalian sayangi?
Pak Dedi adalah sosok yang sangat baik. Saya beberapa kali bepergian bersama beliau, dan tidak sekalipun mendengar beliau mengeluh tentang kondisi kesehatannya. Bahkan, dua minggu sebelum kepergiannya, beliau masih sempat menguji mahasiswa secara daring. Beliau adalah contoh keteguhan hati dan dedikasi yang luar biasa.
Semoga amal ibadah Pak Dedi diterima di sisi Allah SWT, segala dosa beliau diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan. Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkanlah kuburnya. Sucikanlah dia dari kesalahan-kesalahannya sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari azab kubur dan siksa api neraka.
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kepergian beliau, menjaga kesehatan diri, dan lebih peduli pada orang-orang di sekitar kita.