Hari Minggu biasanya identik dengan waktu bersantai, melepas penat, dan mengisi energi untuk menghadapi pekan berikutnya. Namun, kali ini saya justru menghabiskan hari Minggu dengan mengajar.
Bagi saya, mengajar bukan hanya pekerjaan, tetapi juga kegiatan yang menyenangkan. Walaupun kadang berarti harus mengorbankan waktu luang, saya melihatnya sebagai cara produktif untuk mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat.
Siang itu cuaca sangat cerah. Saya mendapat kepercayaan untuk memberikan pelatihan IELTS, khususnya pada bagian IELTS Speaking. Kesempatan ini terasa istimewa karena pesertanya adalah para dosen CPNS dari Universitas Islam Negeri Fatmawati Bengkulu.
Kegiatan pelatihan ini dilakukan secara daring agar semua peserta bisa mengikuti dengan nyaman dari tempat masing‑masing. Meskipun tidak bertatap muka langsung, suasananya tetap interaktif dan penuh antusiasme.
Dalam sesi ini, saya memaparkan berbagai materi penting. Mulai dari pengenalan What is IELTS Speaking?, penjelasan tentang bagaimana penilaian dilakukan (How am I scored in IELTS Speaking?), hingga strategi praktis seperti penggunaan conversation fillers dan opinion openers. Selain itu, saya juga membahas idiomatic expressions, cara meminta pengulangan atau klarifikasi (asking for repeats or clarification), serta vocabulary yang berguna untuk IELTS Speaking – Part 1.
Karena waktu pelatihan terbatas, saya hanya menyampaikan materi yang dapat menjadi bekal utama bagi para peserta. Harapannya, dengan pemahaman dasar ini, mereka bisa melanjutkan pembelajaran secara mandiri dan lebih percaya diri saat menghadapi tes IELTS nantinya.
