Pada tahun 2012, saya mendapat kesempatan istimewa untuk menjelajahi beberapa kota di Prancis—sebuah negara ikonik di Eropa. Saya bergabung dengan tim yang terdiri dari beberapa peserta Indonesia yang mengikuti Sanggar Sofyani, sebuah sanggar seni tari yang dimiliki oleh salah satu dosen saya di Universitas Negeri Padang. Kami dipercaya mewakili Indonesia dalam festival budaya internasional Festival de Montoire, meskipun sebagian rangkaian acaranya diadakan di kota Felletin. Festival ini menampilkan tarian, musik, dan budaya tradisional dari berbagai negara, menjadi wadah penting untuk pertukaran budaya dunia.
Sebelum keberangkatan, saya mengikuti proses seleksi dan bersyukur berhasil lolos. Dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang, hanya saya dan satu rekan yang ikut dalam tim ini. Kami tinggal di Felletin selama beberapa hari untuk mengikuti acara pembuka dan berbagai kegiatan budaya bersama delegasi dari negara lain, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain di Prancis. Secara keseluruhan, saya menghabiskan waktu sekitar satu bulan di negara ini.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika saya ditunjuk untuk menyampaikan pidato singkat di hadapan para delegasi internasional dan warga setempat di Felletin. Dalam pidato tersebut, saya memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa kami berasal dari Sumatra Barat, Indonesia. Setelah itu, kami bersama-sama menerbangkan burung merpati sebagai simbol perdamaian dan persahabatan antarbangsa.
Setelah upacara pembuka, kami menikmati suasana kota Felletin yang tenang dan ramah. Warga setempat menyambut kami dengan kehangatan, banyak di antara mereka yang antusias ingin mengenal lebih jauh budaya Indonesia. Pengalaman ini menjadi awal dari rangkaian perjalanan budaya yang berkesan, yang berlangsung selama satu bulan penuh di beberapa kota di Prancis.
