“Hidupmu bukanlah sesuatu yang diberikan orang lain, tapi sesuatu yang engkau pilih sendiri, dan kaulah yang bisa memutuskan bagaimana caramu menjalani hidup.”
Quote ini saya dapati saat membaca buku “Berani tidak disukai” dan ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan tentang menunggu takdir bekerja untuk kita, tapi tentang bagaimana kita mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat. Banyak orang merasa hidupnya ditentukan oleh keadaan, keluarga, atau lingkungan. Padahal, kita selalu punya kendali, setidaknya pada cara kita merespons setiap situasi.
Dalam dunia kerja, pola pikir bahwa kita adalah penentu arah hidup sendiri sangatlah penting. Lingkungan kerja memang sering kali penuh dengan tantangan. Kita mungkin bertemu rekan kerja dengan kepribadian yang berbeda atau atasan dengan gaya kepemimpinan yang tidak selalu sesuai harapan. Namun, hal-hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyerah atau merasa tidak berkembang. Kita tetap bisa memilih bagaimana bersikap, apakah ingin terus mengeluh atau mencari cara untuk beradaptasi dan menjadi versi terbaik diri sendiri.
Selain itu, dunia kerja menuntut kita untuk selalu belajar dan mengembangkan keterampilan baru. Perubahan zaman membuat banyak pekerjaan membutuhkan skill yang berbeda dari sebelumnya. Jika kita tidak berusaha meningkatkan kemampuan diri, kita akan tertinggal. Karena itu, penting untuk proaktif mencari peluang, mengikuti pelatihan, atau memperluas jejaring profesional. Dengan begitu, kita tidak hanya menunggu kesempatan datang, tetapi menciptakan peluang bagi diri sendiri.
Terkadang, keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman juga diperlukan. Ada kalanya pekerjaan yang sedang dijalani tidak sesuai dengan minat, nilai, atau tujuan jangka panjang kita. Dalam situasi seperti ini, keputusan untuk pindah ke pekerjaan lain bisa menjadi langkah besar menuju kehidupan yang lebih memuaskan. Meskipun risiko terasa besar, sering kali langkah berani itulah yang membuka jalan menuju kesuksesan dan kepuasan kerja yang lebih tinggi.
Prinsip yang sama berlaku saat memilih program studi atau jurusan kuliah. Banyak mahasiswa yang memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman atau karena desakan keluarga. Padahal, pilihan ini akan sangat memengaruhi perjalanan hidup di masa depan. Menentukan jurusan yang sesuai minat dan potensi membutuhkan keberanian, apalagi jika pilihan tersebut berbeda dari ekspektasi orang sekitar. Namun, ketika kita berani menentukan arah sendiri, proses belajar akan terasa lebih menyenangkan dan penuh makna karena lahir dari rasa ingin tahu dan semangat yang tumbuh dari dalam diri.
Mengeluh tidak akan mengubah keadaan. Yang bisa mengubah hidup adalah tindakan yang lahir dari kesadaran bahwa kita punya kendali atas pilihan kita. Setiap keputusan, sekecil apa pun, membawa dampak besar di masa depan. Ketika kita mulai melihat diri sendiri sebagai pengemudi hidup, bukan penumpang, maka rasa percaya diri dan keberanian akan tumbuh.
Jadi, apa pun pilihanmu, baik pekerjaan, kuliah, atau arah hidup, ingatlah bahwa hidup ini bukan hadiah yang diberikan orang lain, tetapi perjalanan yang kamu tentukan sendiri. Berhenti mencari alasan, mulailah mengambil tindakan. Karena satu-satunya yang benar-benar bisa memutuskan bagaimana caramu menjalani hidup adalah dirimu sendiri.