Sering kali kita dengar saran seperti ini: “Kalau mau jago bahasa asing, banyak-banyakin nonton film, dengar podcast, baca buku, ngobrol langsung dengan penutur asli.” Tapi ternyata, menurut Mika Tayyiri Amohika—seorang hyperpolyglot yang mengembangkan metode belajar bahasa super cepat di Devso Innovation Hub, Spanyol—cara-cara tadi bisa sangat lambat kalau kita belum punya modal yang satu ini: kosakata.
Intinya simpel: kalau kamu gak tahu cukup banyak kata, kamu gak akan bisa ngomong. Titik. Kamu juga gak akan ngerti apa yang kamu baca, dengar, atau tonton.
Jadi gimana caranya mempercepat perbendaharaan kata? Mika menjelaskan dengan runut dan cukup teknis, tapi masuk akal.
1. Fokus ke Daftar Kosakata Frekuensi Tinggi
Mika menyarankan untuk langsung menghafal kata-kata yang paling sering digunakan dalam bahasa target, seperti 1.000, 2.000, hingga 10.000 kata paling umum. Karena ini adalah kata-kata yang akan kamu temui dan pakai terus-menerus, belajar kata-kata ini memberikan hasil maksimal dalam waktu minimal.
2. Gunakan “Keluarga Kata”
Daripada belajar satu kata satu per satu, Mika menyarankan kita belajar dalam keluarga kata. Contoh gampang: organisasi, mengorganisir, disorganisasi, dan seterusnya. Begitu kita paham satu bentuk dasar, kita bisa kenali bentuk lainnya dengan lebih cepat. Ini mempercepat proses karena otak kita mulai mengenali pola.
3. Hafalkan dengan Mnemonik
Untuk kata-kata asing yang sulit diingat, teknik mnemonik (asosiasi lucu atau aneh yang menempel di kepala) bisa sangat membantu. Misalnya, menghubungkan bunyi kata asing dengan sesuatu yang familiar dalam bahasa kita.
4. Pelajari dengan Kalimat Contoh
Jangan cuma hafal kata lepas. Pelajari juga bagaimana kata itu dipakai dalam kalimat. Dengan begitu, kita belajar konteksnya, bukan hanya definisinya. Mika menyarankan untuk punya daftar contoh kalimat dari setiap kata yang sedang dipelajari.
5. Gunakan Repetisi Spasi (Spaced Repetition)
Ini bukan soal ngulang-ngulang terus dalam satu sesi, tapi menyebarkan pengulangan dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, ulangi hari ini, besok, tiga hari lagi, seminggu lagi, dan seterusnya. Pola ini terbukti membantu otak menyimpan informasi lebih lama.
6. Aktifkan Otak dengan Teknik Active Recall
Ini adalah teknik belajar paling efektif menurut banyak penelitian: jangan cuma baca, tapi paksa otak mengingat. Caranya? Lihat arti kata dalam bahasa Indonesia, lalu coba ingat dan sebutkan dalam bahasa target, baru cek jawabannya. Dengan cara ini, otak aktif menyelesaikan “masalah” dan belajar dari kesalahan.
Refleksi
Banyak dari kita terlalu sibuk cari metode belajar bahasa yang “alami”—nonton, dengar, ngobrol—tapi sering lupa bahwa semua itu baru efektif kalau kita punya cukup amunisi kosakata. Mika mengingatkan bahwa belajar bahasa itu tentang kuasai kata-katanya dulu. Setelah itu, baru semua teknik lainnya jadi lebih efektif.
Buat yang baru mulai atau sudah belajar lama tapi stagnan, mungkin ini saatnya ganti pendekatan. Gak usah buang waktu lagi, fokus ke yang paling penting: belajar kata-kata inti sebanyak mungkin, dengan strategi yang cerdas.
Sumber: https://youtube.com/@naturallanguagelearning?si=3wK5iYIia27jeU5s