Kisah Nyata dari Bali: Tekad yang Membuka Jalan
Ni Luh, nama yang kini dikenal luas di Indonesia, memulai hidupnya dengan segala keterbatasan. Lahir dan dibesarkan di Bali dalam kondisi ekonomi yang sulit, sejak kecil ia sudah terbiasa bekerja, memetik mangga, menjual arang, hingga membantu panen kacang. Semua itu ia lakukan demi bisa membeli buku dan kebutuhan sekolah. Namun semangat belajarnya tak pernah padam, meskipun ia sering kali harus belajar dalam keadaan lelah setelah bekerja.
Sejak kecil, Ni Luh sudah menyadari satu hal: pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Ketika neneknya berkata bahwa mereka tidak punya uang untuk menyekolahkannya, ia tidak menyerah. Ia berdoa dan mencari jalan. Bahkan saat ditawari beasiswa, ia rela menundanya demi membantu adik yang masih sekolah.
Di masa SMA, Ni Luh harus mencari cara untuk membiayai sekolahnya sendiri. Ia akhirnya tinggal di rumah gurunya, bekerja sebagai asisten rumah tangga tanpa digaji, tapi sebagai gantinya, biaya sekolahnya ditanggung. Di sinilah ia belajar banyak hal, dari menggunakan komputer hingga cara bersosialisasi. Pengalaman hidup ini memperkaya dirinya bukan hanya secara akademis, tetapi juga secara sosial dan emosional.
Meniti Karier dari Nol
Setelah lulus SMA, Ni Luh sempat bekerja sebagai penjaga toko, petugas housekeeping hotel, bahkan penjual sepatu dari pintu ke pintu. Kehidupannya mulai berubah ketika secara tak sengaja ia bertemu dengan seorang direktur berita radio. Dari obrolan santai tentang buku, ia ditawari menjadi reporter. Inilah titik awal kariernya di dunia media.
Meski hanya tamatan SMA saat itu, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia belajar dengan sungguh-sungguh dan akhirnya menjadi penyiar radio, lalu anchor TV lokal, hingga akhirnya tampil di televisi nasional. Semua ini ia lakukan sambil mengejar pendidikan sarjana di usia yang tak lagi muda karena ia percaya, mimpi tak pernah punya batas waktu.
Kini, Ni Luh mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan, terutama di daerah asalnya, Bali. Baginya, masa kecil yang sulit bukan alasan untuk menyerah. Justru dari sana ia belajar untuk berempati, berjuang, dan tidak pernah berhenti berharap.
Kisah hidup Ni Luh adalah pengingat bahwa kondisi lahir bukanlah takdir akhir. Bahwa ketekunan, keberanian untuk bermimpi, dan kemauan untuk terus belajar bisa membawa seseorang melewati segala keterbatasan. Sebuah kisah nyata yang menginspirasi banyak orang untuk bangkit, tidak hanya bermimpi, tetapi juga bergerak.
Artikel ini merupakan adaptasi dari transkrip wawancara podcast dengan full video bisa di tonton di sini. Semua hak cipta dan isi asli milik pemilik konten Leon Hartono. Kami hanya menyajikan kembali dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah diakses untuk tujuan edukatif dan inspiratif.