Artikel ini diadaptasi dari Robyn M. Gillies, Cooperative Learning: Review of Research and Practice.
Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat perkembangan riset tentang cooperative learning dan faktor-faktor yang membuatnya berhasil. Fokusnya adalah pada elemen kunci yang mendukung keberhasilan pembelajaran kooperatif dan peran guru dalam membantu siswa berpikir dan belajar saat menerapkan metode ini di kelas.
Riset menunjukkan bahwa cooperative learning sangat bermanfaat bagi pembelajaran dan keterampilan sosial siswa. Siswa yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama cenderung lebih produktif dan berprestasi dibanding siswa yang bekerja sendiri. Prinsip ini sudah terbukti kuat lewat banyak penelitian dan dianggap sebagai salah satu prinsip penting dalam psikologi sosial dan organisasi.
Ahli juga menyarankan bahwa di sekolah atau organisasi lain, kesempatan bagi anggota untuk merasakan positive interdependence, yaitu saling bergantung untuk mencapai keberhasilan, lebih efektif dibanding situasi kompetitif atau bekerja sendiri. Di sekolah, terutama di tingkat menengah, motivasi siswa sering menurun setelah mereka naik dari sekolah dasar. Memberi kesempatan bagi siswa untuk bekerja dekat dengan teman sebaya bisa membantu menjaga atau meningkatkan motivasi mereka.
Lima Komponen Kunci Cooperative Learning
Siswa tidak otomatis tahu cara bekerja sama, jadi kelompok harus diatur agar lima komponen kunci terlihat:
- Positive interdependence – setiap anggota sadar bahwa keberhasilan mereka saling terkait
- Promotive interaction – mendorong interaksi yang membantu dan mendukung satu sama lain
- Individual accountability – setiap siswa bertanggung jawab atas kontribusinya
- Social skills – keterampilan sosial diajarkan secara eksplisit
- Group reflection – kelompok diajak merefleksikan proses kerja dan interaksi
Kalau komponen ini diterapkan, siswa cenderung lebih termotivasi untuk bekerja sama, menghargai kontribusi teman, menyelesaikan konflik secara demokratis, dan bekerja konstruktif untuk menyelesaikan tugas sekaligus menjaga hubungan baik dengan teman sebaya.
Peran Guru
Guru punya peran penting dalam membuat cooperative learning berhasil. Mereka tidak hanya mengatur kelompok dan tugas, tapi juga mendorong interaksi berkualitas. Siswa jarang memberikan penjelasan mendalam atau berdiskusi tingkat tinggi tanpa arahan. Tapi siswa bisa diajari berbicara, bernalar, dan memecahkan masalah bersama, yang sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir dan belajar mereka secara individu.
Guru bisa memfasilitasi ini lewat dialogic teaching, yaitu mengajarkan cara berdiskusi yang efektif, bertanya yang menantang pemahaman, membangun ide orang lain secara logis, dan merefleksikan hasil yang dicapai. Dengan mencontohkan cara ini, siswa belajar menggunakan diskusi untuk bertanya, menjelaskan pemikiran, menganalisis masalah, mengeksplorasi ide, berargumen, bernalar, dan membenarkan pemikiran mereka sendiri. Intinya, siswa belajar strategi berbicara, berpikir, dan belajar secara efektif.