Skip to content

Kelas Dabay

Lifelong Learner, Everyday Hustler

Menu
  • Home
  • Academic
    • All about teaching
      • Dialogic Teaching
      • Language Learning
      • Feedback
  • Traveling
    • Indonesia
    • Ireland
    • France
    • Southeast Asia
  • Life
  • About me
Menu

Bukittinggi: Kota Sejuk yang Selalu Mengundang Pulang

Posted on July 30, 2025July 29, 2025 by Kelas Dabay

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam menggunakan mini bus, saya akhirnya tiba di Bukittinggi. Sebelum menuju guest house, saya terlebih dahulu salat di sebuah masjid dan dijemput oleh teman saya, Affandi—yang biasa saya panggil Fandi. Kami sempat mampir ke sebuah rumah makan bernama Sarua Keneh yang berada dekat masjid. Di sana kami mengobrol santai sambil menikmati hidangan yang lezat. Setelah itu, barulah saya menuju guest house syariah yang lokasinya hanya sekitar 50 meter dari Jam Gadang, ikon kota yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Fandi dan Saya

Setelah beristirahat sejenak, pukul 20.00 saya keluar menikmati udara malam yang sejuk di Bukittinggi. Banyak warga dan pengunjung yang berkumpul di sekitar taman Jam Gadang, menikmati suasana kota yang tenang namun hidup. Tak ingin melewatkan kesempatan, saya mencoba kuliner lokal—mie ayam di depan KFC Bukittinggi.

Pagi harinya, saya berjalan mengelilingi sekitar guest house dan akhirnya mengunjungi kebun binatang lokal, tempat kenangan masa kecil kembali muncul—tempat yang dulu sering saya kunjungi bersama keluarga. Lalu saya melanjutkan perjalanan ke Benteng Fort de Kock, benteng peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1825 dan kini menjadi taman sejarah dengan panorama kota yang indah. Suasana di sana sangat syahdu, semakin terasa karena udara sejuk khas Bukittinggi.

Siang harinya, saya menemui om dan tante saya—om saya sekarang berusia 85 tahun—dan menginap bersama mereka selama kurang lebih tiga hari. Beliau masih sama seperti dulu, dengan penampilan dan cara bicara yang mengingatkan saya pada masa kuliah. Menginap di rumah beliau memberi ruang bagi saya untuk bernostalgia, terutama saat kami berjalan pagi di pinggiran sawah, mengenang masa lalu dengan hangat. Saya pun ke pasar Padang Lua untuk menikmati Lontong Pical yang sangat legend.

Oom saya yang berumur 85 tahun
Lontong Pical Legend

Saya juga menyusuri kota Bukittinggi dengan sepeda motor yang dulu saya gunakan semasa kuliah—rasanya seperti bernostalgia dua kali! Hari-hari yang saya habiskan bersama om di kota ini menyusupkan kehangatan dan rasa syukur atas perjalanan hidup yang kembali membawa saya ke tempat yang penuh kenangan.

Bus San Bukittinggi-Bengkulu

“Every journey, no matter how familiar, always brings a new lesson to learn.”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Peran Guru dalam Mengajarkan Siswa Ngobrol & Bernalar Bareng
  • Group Composition and Task pada Cooperative Learning
  • Cooperative Learning, Peran Guru, dan Strategi Ngobrol & Bernalar Bareng
  • 5 Komponen Penting Cooperative Learning
  • Perjalanan ke Jakarta: Medical Check-Up, Bogor, dan Momen Bahagia Keluarga

Recent Comments

  1. Kelas Dabay on Ngobrol Serius Bisa Bikin Anak Makin Pinter?
  2. Umi Hafshah on Ngobrol Serius Bisa Bikin Anak Makin Pinter?

Archives

  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025

Categories

  • Academic
  • Daily Life
  • Dialogic Teaching
  • Feedback
  • France
  • Health
  • Indonesia
  • Ireland
  • Islam
  • Language Learning
  • Life
  • Listening Practice
  • Traveling
  • Uncategorized
January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

  • 1,437
Pendidikan sejati bukan hanya soal menghafal fakta, tapi tentang bagaimana kita belajar berpikir, mempertanyakan, dan terus tumbuh sebagai manusia. Belajar adalah perjalanan seumur hidup, bukan sekadar tujuan di bangku sekolah" #Kelas Dabay
© 2026 Kelas Dabay | Powered by Superbs Personal Blog theme